Rambut rontok karena berhijab bisa terjadi karena beberapa kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat. Misalnya, rambut sering diikat terlalu kencang, memakai hijab saat rambut masih basah, kulit kepala terlalu lembap, atau kurang membersihkan kulit kepala dengan sampo yang sesuai.
Sebenarnya, hijab bukan penyebab utama rambut rontok. Namun, kondisi rambut yang tertutup dalam waktu lama memang membutuhkan perawatan ekstra agar kulit kepala tetap segar dan bersih, serta rambut tidak mudah patah. Apalagi, rambut yang sering tertahan di balik ciput dan hijab bisa lebih mudah mengalami gesekan, lepek, hingga terasa gatal jika tidak dirawat dengan benar.
Berikut beberapa cara mudah mengatasi rambut rontok karena berhijab yang bisa kamu lakukan secara rutin.
1. Jangan Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Salah satu kebiasaan yang sering membuat rambut mudah rontok adalah mengikat rambut terlalu kencang. Saat rambut ditarik terlalu kuat setiap hari, akar rambut bisa mendapatkan tekanan berlebih. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu rambut lebih mudah patah atau rontok, terutama di area garis rambut.
Jika kamu memiliki rambut panjang, pilih ikatan yang lebih longgar dan gunakan scrunchie berbahan lembut. Hindari karet rambut yang terlalu tipis, keras, atau memiliki bagian logam karena bisa membuat rambut tertarik dan mudah patah.
Kamu juga bisa mengganti posisi ikatan rambut secara berkala. Jangan selalu mengikat rambut di titik yang sama setiap hari agar tekanan pada kulit kepala tidak menumpuk di satu area saja.
2. Pastikan Rambut Kering Sebelum Memakai Hijab
Memakai hijab saat rambut masih basah bisa membuat kulit kepala terasa lebih lembap dan kurang nyaman. Kondisi ini juga dapat membuat rambut lebih mudah lepek, bau apek, dan terasa gatal setelah beraktivitas seharian.
Sebelum menggunakan hijab, pastikan rambut sudah benar-benar kering. Jika sedang terburu-buru, keringkan rambut dengan handuk lembut secara perlahan, lalu gunakan hair dryer dengan suhu rendah atau sedang. Hindari menggosok rambut terlalu kasar karena rambut yang basah cenderung lebih rapuh.
Kebiasaan sederhana ini penting untuk menjaga kulit kepala tetap segar, terutama jika kamu memakai hijab dalam waktu lama.
3. Pilih Ciput dan Bahan Hijab yang Nyaman
Ciput dan bahan hijab juga berpengaruh pada kenyamanan rambut dan kulit kepala. Bahan yang terlalu tebal, panas, atau terlalu ketat bisa membuat kulit kepala mudah berkeringat dan rambut terasa lepek.
Pilih ciput yang tidak terlalu menekan kepala. Jika memungkinkan, gunakan bahan yang lembut dan nyaman agar tidak menimbulkan gesekan berlebih pada rambut. Untuk aktivitas harian, kamu bisa memilih hijab dengan bahan yang ringan dan tidak terlalu panas.
Selain itu, jangan lupa mencuci ciput secara rutin. Ciput yang dipakai berulang tanpa dicuci bisa menumpuk keringat, minyak, dan kotoran yang membuat kulit kepala terasa tidak segar.
4. Gunakan Sampo yang Sesuai untuk Rambut Rontok dan Ketombe
Kulit kepala yang tertutup hijab seharian bisa lebih mudah terasa lembap, lepek, dan gatal. Jika kondisi ini disertai ketombe, rambut juga bisa terasa kurang sehat dan lebih mudah rontok karena patah.
Karena itu, pilih sampo yang tidak hanya membersihkan rambut, tetapi juga membantu merawat kulit kepala. Untuk rambut rontok yang disertai ketombe, kamu bisa menggunakan
CLEAR Anti Ketombe & Rambut Rontok. Sampo ini hadir dengan ScalpPro Tech, 10x Niacinamide, dan Ginseng yang membantu merawat kulit kepala, mencegah ketombe datang kembali, serta membuat rambut terasa lebih kuat dari pangkal hingga ujung.
Saat keramas, pijat kulit kepala dengan lembut menggunakan ujung jari. Hindari menggaruk kulit kepala dengan kuku karena bisa membuat kulit kepala iritasi. Setelah itu, bilas hingga bersih agar tidak ada sisa sampo yang tertinggal.
5. Jangan Terlalu Sering Menyisir Rambut Saat Basah
Rambut yang basah lebih rentan patah, sehingga menyisir terlalu keras setelah keramas bisa membuat rambut terlihat semakin banyak rontok. Jika rambut kusut, gunakan sisir bergigi jarang dan sisir perlahan dari bagian ujung rambut terlebih dahulu.
Kamu juga bisa mengeringkan rambut lebih dulu sampai setengah kering sebelum menyisirnya. Cara ini membantu mengurangi tarikan pada helai rambut dan membuat rambut lebih mudah diatur sebelum memakai hijab.
Untuk rambut yang mudah kusut, gunakan conditioner pada bagian batang hingga ujung rambut. Hindari mengaplikasikan conditioner langsung ke kulit kepala jika rambutmu mudah lepek.
6. Beri Waktu Rambut untuk Bernapas di Rumah
Setelah seharian memakai hijab, beri waktu untuk rambut terurai saat sudah berada di rumah. Melepas ikatan rambut dapat membantu mengurangi tekanan pada kulit kepala dan membuat rambut terasa lebih relaks.
Kamu juga bisa menyisir rambut secara perlahan untuk membantu merapikannya. Namun, pastikan tidak menyisir terlalu kasar, terutama jika rambut sedang kusut atau masih lembap.
Kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi cukup penting untuk pemilik rambut berhijab. Rambut yang terus diikat tanpa jeda bisa lebih mudah patah, terutama jika ikatannya terlalu kuat.
7. Jaga Pola Makan dan Kurangi Stres
Perawatan dari luar memang penting, tetapi kondisi rambut juga dipengaruhi oleh kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kekurangan nutrisi, kurang tidur, dan stres dapat membuat rambut terasa lebih mudah rontok.
Pastikan kamu mengonsumsi makanan bergizi, seperti sumber protein, sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan cukup air putih. Protein penting karena rambut tersusun dari keratin, yaitu jenis protein yang membantu menjaga kekuatan helai rambut.
Selain itu, kelola stres dengan cara yang nyaman untukmu. Misalnya, dengan olahraga ringan, tidur cukup, journaling, atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks. Saat tubuh lebih sehat, rambut juga memiliki dukungan yang lebih baik untuk tumbuh kuat.
Kenapa Rambut Berhijab Bisa Lebih Mudah Rontok?
Rambut berhijab bisa lebih mudah rontok bukan karena hijabnya, tetapi karena kebiasaan yang menyertai pemakaian hijab. Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain rambut diikat terlalu kencang, rambut masih basah saat ditutup, ciput terlalu ketat, kulit kepala lembap, serta kurang menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala.
Rambut yang tertutup seharian juga bisa lebih mudah lepek jika produksi minyak berlebih bercampur dengan keringat. Jika tidak dibersihkan dengan tepat, kulit kepala bisa terasa gatal dan ketombe lebih mudah muncul.
Karena itu, perawatan rambut berhijab perlu fokus pada dua hal: menjaga kulit kepala tetap bersih dan mengurangi tekanan berlebih pada rambut.
Sampo Apa yang Cocok untuk Rambut Rontok karena Berhijab?
Untuk rambut rontok karena berhijab, pilih sampo yang bisa membantu membersihkan kulit kepala secara menyeluruh tanpa membuatnya terasa kering. Jika rambut rontok disertai ketombe, gunakan sampo anti-ketombe yang juga membantu merawat kekuatan rambut.
CLEAR Anti Ketombe & Rambut Rontok bisa menjadi pilihan untuk kamu yang mengalami rambut rontok akibat patahan dan ketombe. Kandungan 10x Niacinamide membantu merawat kulit kepala, sementara ginseng membantu membuat rambut terasa lebih kuat. Dengan pemakaian rutin dan kebiasaan berhijab yang lebih tepat, rambut bisa terasa lebih segar, bersih, dan tidak mudah patah.
Cara Merawat Rambut Berhijab agar Tetap Segar Seharian
Agar rambut tetap nyaman meski berhijab, mulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Pastikan rambut kering sebelum memakai hijab, pilih ciput yang tidak terlalu ketat, dan jangan mengikat rambut terlalu kuat.
Selain itu, cuci rambut secara teratur sesuai kebutuhan kulit kepala. Jika kulit kepala mudah berminyak atau berketombe, jangan menunda keramas terlalu lama. Gunakan sampo yang sesuai, pijat kulit kepala dengan lembut, lalu bilas sampai benar-benar bersih.
Dengan perawatan yang konsisten, rambut berhijab tetap bisa terasa ringan, segar, dan lebih kuat sepanjang hari.
Baca Juga: Cara Mengatasi Rambut Rontok dan Ketombe
Produk Rekomendasi
- slide 1
- slide 2
- slide 3