Saat rambut sedang rontok, banyak orang jadi ragu untuk keramas. Ada yang takut rambut makin banyak rontok saat dibilas, ada juga yang akhirnya sengaja menunda keramas berhari-hari agar rambut tidak semakin rapuh. Padahal, berapa kali keramas untuk rambut rontok sebaiknya tidak ditentukan dari rasa takut saja, tetapi dari kondisi kulit kepala, tingkat minyak, aktivitas harian, dan masalah lain seperti ketombe atau gatal.
Keramas tetap penting karena kulit kepala yang kotor, berminyak, dan penuh sisa produk rambut bisa terasa tidak nyaman. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat membuat kulit kepala mudah gatal, lepek, dan berketombe. Jadi, kuncinya bukan menghindari keramas, melainkan mengatur jadwal dan cara keramas yang lebih tepat agar rambut tetap bersih tanpa membuat batang rambut terasa semakin rapuh.
Apakah Rambut Rontok Boleh Sering Keramas?
Rambut rontok tetap boleh keramas, asalkan dilakukan dengan cara yang lembut dan menggunakan sampo yang sesuai. Rambut yang terlihat rontok saat keramas biasanya bukan selalu karena keramasnya, tetapi bisa juga karena helai rambut tersebut memang sudah berada pada fase rontok dan baru terlepas saat terkena air, pijatan, atau bilasan.
Yang perlu dihindari adalah keramas terlalu kasar, menggosok kulit kepala berlebihan, menyisir rambut saat masih sangat basah dengan tenaga kuat, atau memakai produk yang tidak sesuai dengan kondisi kulit kepala. Kebiasaan seperti ini bisa membuat rambut mudah patah dan tampak semakin banyak rontok.
Berapa Kali Keramas untuk Rambut Rontok?
Untuk rambut rontok, jadwal keramas yang bisa dicoba adalah sekitar 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Frekuensi ini membantu menjaga kulit kepala tetap bersih tanpa membuat rambut terasa terlalu kering, terutama jika rambutmu mudah patah, kusut, atau terasa rapuh setelah keramas.
Namun, jadwal ini tetap perlu disesuaikan. Kalau kulit kepala cepat berminyak, sering berkeringat, mudah lepek, atau muncul ketombe, kamu bisa keramas lebih sering sesuai kebutuhan. Sebaliknya, jika kulit kepala cenderung kering dan rambut terasa kasar, beri jeda yang cukup dan fokus pada cara keramas yang lebih lembut.
Kenapa Jarang Keramas Bisa Memperparah Masalah Kulit Kepala?
Jarang keramas bisa membuat minyak, keringat, debu, sel kulit mati, dan sisa produk rambut menumpuk di kulit kepala. Penumpukan ini dapat membuat kulit kepala terasa gerah, gatal, dan lebih mudah terlihat lepek. Pada beberapa orang, kondisi kulit kepala yang tidak bersih juga bisa berkaitan dengan munculnya ketombe.
Saat ketombe dan rasa gatal muncul, kamu mungkin jadi lebih sering menggaruk kepala. Kebiasaan menggaruk inilah yang dapat membuat kulit kepala terasa tidak nyaman dan rambut lebih mudah rapuh. Karena itu, menjaga kulit kepala tetap bersih tetap menjadi langkah penting dalam perawatan rambut rontok.
Penyebab Rambut Rontok yang Perlu Kamu Kenali
Rambut rontok bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kebiasaan perawatan rambut sampai kondisi tubuh. Beberapa penyebab yang sering terjadi adalah mengikat rambut terlalu kencang, memakai alat styling panas terlalu sering, mewarnai rambut berulang, kurang nutrisi, stres, hingga faktor keturunan.
Selain itu, kulit kepala yang berminyak, berketombe, atau jarang dibersihkan juga bisa membuat rambut terasa kurang sehat. Kalau masalah rontok disertai ketombe, gatal, atau kulit kepala lepek, perawatan sebaiknya tidak hanya fokus pada batang rambut, tetapi juga dimulai dari kulit kepala.
Cara Keramas yang Tepat untuk Rambut Rontok
- Basahi rambut sampai merata
Sebelum memakai sampo, pastikan rambut dan kulit kepala sudah benar-benar basah. Air membantu sampo lebih mudah menyebar, sehingga kamu tidak perlu menggosok rambut terlalu keras.
Gunakan air bersuhu nyaman, bukan terlalu panas. Air yang terlalu panas bisa membuat kulit kepala terasa kering dan batang rambut terasa lebih kasar setelah keramas. - Tuangkan sampo secukupnya
Gunakan sampo secukupnya sesuai panjang dan ketebalan rambut. Fokuskan pemakaian pada kulit kepala karena area inilah yang paling banyak menyimpan minyak, keringat, dan kotoran.
Hindari menuangkan sampo terlalu banyak karena busa berlebih tidak selalu berarti rambut lebih bersih. Yang lebih penting adalah cara membersihkan kulit kepala secara merata dan lembut. - Pijat kulit kepala dengan lembut
Pijat kulit kepala menggunakan ujung jari, bukan kuku. Gerakan pijatan yang lembut membantu membersihkan area kulit kepala tanpa membuatnya terasa perih atau teriritasi.
Jangan menggosok rambut terlalu keras, terutama pada bagian batang rambut. Saat basah, rambut cenderung lebih rentan patah, jadi perlakukan rambut dengan lebih hati-hati. - Bilas sampai bersih
Pastikan tidak ada sisa sampo yang tertinggal di kulit kepala. Sisa produk yang tidak terbilas sempurna bisa membuat kulit kepala terasa gatal, lengket, atau cepat lepek.
Bilas rambut perlahan sampai air bilasan terasa bersih. Setelah itu, hindari memelintir rambut terlalu kuat karena kebiasaan ini bisa membuat rambut mudah patah. - Keringkan rambut tanpa digosok kasar
Setelah keramas, tepuk rambut perlahan menggunakan handuk lembut. Hindari menggosok rambut terlalu keras karena gesekan bisa membuat batang rambut semakin rapuh.
Jika ingin memakai pengering rambut, gunakan suhu rendah atau sedang. Batasi penggunaan panas berlebih agar rambut tidak semakin kering dan mudah patah.
Pilih Sampo yang Sesuai untuk Rambut Rontok dan Ketombe
Kalau rambut rontok disertai ketombe, kulit kepala gatal, atau mudah lepek, gunakan sampo yang tidak hanya membersihkan rambut, tetapi juga membantu merawat kulit kepala. Kulit kepala yang lebih terawat dapat membuat rambut terasa lebih nyaman, ringan, dan tidak mudah terlihat kusam.
CLEAR Anti Ketombe & Rambut Rontok merupakan sampo yang diformulasikan menggunakan ScalpProTech, yaitu teknologi anti ketombe terbaik dari CLEAR yang mengandung Piroctone Olamine dan 10x Niacinamide untuk mencegah ketombe datang kembali, serta ginseng untuk rambut 10x lebih kuat dari pangkal.
Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari Saat Rambut Rontok
Hindari mengikat rambut terlalu kencang dalam waktu lama karena tarikan berlebih bisa membuat akar rambut terasa tegang. Jika kamu sering menguncir rambut, pilih ikatan yang lebih longgar dan beri waktu agar rambut bisa beristirahat.
Kurangi juga penggunaan catokan, pengeriting, atau pengering rambut bersuhu tinggi. Jika tetap perlu styling, gunakan suhu yang lebih rendah dan jangan melakukannya saat rambut masih terlalu basah.
CLEAR MEREKOMENDASIKAN
- slide 1
- slide 2
- slide 3